Berawal dari ketidakbisaan…

Kisahku di YLSA (tempatku mengaplikasikan seluruh ilmuku), berawal dari ketidakbisaan. Belum genap sebulan ketika didaulat untuk menjadi sekretaris web aku merasa tidak bisa, belum pernahlah, anak baru belum ngerti apa-apalah, dan seterusnya. Pun ketika mendapat tugas membuat header terasa berat karena harus menampung aspirasi banyak orang. Itu menjadi alasan tidak mau membuat desain header lagi karena aku merasa tidak bisa. Apalagi mendesain situs, bolak-balik ubah ini-itu karena kurang begini-begitu dan ada kesalahan di sini-situ. Intinya karena tidak teliti dalam mengerjakan. Hhhhh….mereka salah pilih orang kali ya, aku gak bisa kerjakan kok aku yang dapat tugas mengerjakan.

Tetapi ternyata dari ketidakbisaan kita, menimbulkan motivasi belajar. Puji Tuhan, staf-staf lama seperti mbak Evie, mbak Elly, mbak Kristin, dan mbak Ratri yang sudah berpengalaman menurunkan ilmunya kepadaku, bagaimana membuat notulen, membuat laporan, menyusun to do list, dan seterusnya. YLSA memperhatikan kebutuhan stafnya dengan mengadakan Training Ketelitian, yang diadakan pada tanggal 29 Oktober 2008 dan disampaikan oleh Dian. Dalam training tersebut aku belajar tentang ketelitian dalam tulisan. Selain itu ada juga training tentang Firebug yang disampaikan oleh Billy pada tanggal yang sama. Firebug adalah salah satu fasilitas untuk membantu proses pembuatan situs, khususnya dalam hal teknis. Ini sangat menolong untuk lebih teliti dalam scripting. Bekerja sama dalam tim juga sangat membantu kita bertumbuh dan belajar. Anggota tim (Eviry dan Ari) adalah orang pertama kali aku mintai tolong jika aku merasa mentok dalam tugasku. Syukurlah, ada banyak cara mengatasi kebiasaan kita karena Tuhan sediakan orang lain dan hal-hal lain menolong kita. Asal kita mau menyadari semua yang Tuhan sudah sediakan dan mau belajar untuk memperbaiki diri.

Aku menyadari bahwa dalam ketidakbisaan kita, Tuhan menyatakan kuasaNya. Dia memakai ketidakbisaan kita untuk berkarya. “…sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Korintus 12:9b. Sekarang, aku merasa bisa menjadi sekretaris divisi WEB, aku merasa bisa membuat header situs, aku merasa bisa mendesain situs, aku merasa bisa menjadi lebih teliti padahal awalnya aku merasa tidak bisa melakukan semuanya itu. Dulu aku bilang nggak bisa tapi nyatanya sudah setahun aku melakukan semuanya itu. Kok bisa ya? Karena Tuhan yang memampukan aku. “Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” Korintus 12:9c.

Berawal dari ketidakbisaan…Tuhan memampukan aku.šŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s